Senin, 07 Desember 2015

Didukung Ulama dan warga, Hasani tidak takut serangan fajar

PASURUAN- Pelaksanaa pilkada serentak mempunyai sisi positif dan negatif. Nilai positifnya bisa terlihat dari pemasangan alat peraga yang lebih tertib. Karena dibiayai negara, secara otomatis pemasangan alat peraga harus berkordinasi dengan pemda setempat. sehingga pelanggaran bisa diminimalisir.

Pembatasanpun juga berlaku pada rapat umum yang dibatasi hanya sekali untuk pilbup dan pilwali. Pemilihan serentak juga meminimalisir peranan para cukong dalam menentukan kepemimpinan.
Sedikitnya para cukong dalam membiayai kampaye dikarenakan kewenangan kepala daerah tidak sebanyak dulu, dan karena berlangsung serentak , sehingga tidak bisa menentukan prioritas.

Adapun sisi negatifnya, lebih pada biaya kampanye yang ditanggung pemerintah, sehingga memunculkan isu akan banyaknya serangan fajar dalam pilkada serentak yang disiapkan para calon.
Hasani mengatakan " BERHASIL yakin dukungan yang diberi ulama dan warga, jadi tidak perlu serangan fajar". Hasani optimis perolehan suaranya dalam pilwali kali ini mencapai 80 persen.  

Hal negatif yang kedua, adanya kekhawatiran kurang meriahnya Pilkada, sehingga menurunkan partisipasi pemilih. 

Minggu, 06 Desember 2015

Coblos walikota SANTRI no 3 (Sanggup Amanah Tunaikan tugas Rakyat atas ridho Ilahi)


PASURUAN- Sudah saatnya santri tidak dipandang sebelah mata dalam urusan negara. saat ini sudah banyak tokoh-tokoh berlatar belakang pesantren menjadi seorang negarawan, sebut saja nama Gus dur, lahir dilingkungan pesantren , beliau mampu mencapai jabatan Presiden RI ke 4. KH. Wahab Hasbullah, Kyai delegasi komite Hijaz yang mampu merubah kekerasan hati raja Ibnu Saud. KH said Aqil Siraj, dari kitab kuning menjadi penasehat raja maroko. Dan Hasani, yang mampu memimpin Kota Pasuruan hingga mendapatkan beberapa prestasi untuk Kota Pasuruan. dan masih banyak lagi negarawan dari kaum santri. 

Prestasi yang diperoleh tokoh-tokoh santri ini sangan membanggakan Indonesia, citra bangsa mampu mereka angkat di kancang nasional dan internasional.    

Tokoh-tokoh diatas sudah membuktikan bahwa seorang santri mampu mengemban amanah kepemimpinan, jadi warga pasuruan tidak perlu bingung menentukan pilihan dalam Pilwali Kota Pasuruan 9 desember mendatang. karena Hasani, santri Pasuruan sudah membuktikan kemampuan santri meraih prestasi dalam bidang pemerintahan.

Keberhasilan kota pasuruan selama ini tentunya didasari atas kerjasama yang solit antara Walikota santri, Kyai dan warga Kota Pasuruan. mari kita LANJUTKAN keberhasilan ini dan mantapkan pilihan anda dengan menyoblos nomor 3, Hasani-Yasin. Pemerintahan BERHASIL, warga sejahtera. 

H-3, coblos nomor 3

PASURUAN- H-3 pilkada serentak, warga Kota Pasuruan dihimbau untuk segera mematangkan pilihannya, agar saat pemilihan masyarakat tidak salah memilih. Karena satu hari sangat menentukan lima tahun mendatang.

Warga harus cerdas dalam memilih sosok pemimpin, tidak tergiur dengan iming-iming yang hanya sesaat. Kota Pasuruan yang memiliki kultur masyarakat yang agamis, sudah sepantasnya memilih pemimpin agamis, cerdas dan cekatan dalam membangun Kota Pasuruan lima tahun kedepan.

Pemimpin yang memiliki kecerdasan dan cekatan sudah banyak dijumpai, tapi pemimpin yang agamis, cerdas dan cekatan sangat jarang, sehingga warga harus teliti dalam mencoblos. karena dalam jiwa pemimpin yang agamis ada filter untuk mencegah seseorang melakukan perbuatan yang melanggar aturan atau tidak amanah.

Rahmad, salah satu santri pondok pesantren di Kota Pasuruan mempunyai keinginan agar warga Kota yang ia cintai tidak terpengaruh budaya luar yang kurang bermoral, sehingga butuh pemimpin yang agamis. dan sosok itu ada pada calon nomor urut 3 (Hasani-Yasin).

" H-3, Coblos nomor 3" kata Rahmad dengan lantang.    

Sabtu, 05 Desember 2015

Hasani-Yasin, Ulama dan warga Nahdliyin sepakat melalui jalan satu untuk tujuan satu


Perbedaan sering terjadi dalam masyarakat yang majemuk, bahkan terkadang berbedaan itu muncul diantara sesama agama atau budaya. hal itu tidak seharusnya menjadi pemisah dalam mencapai tujuan sejati. setiap orang atau golongan boleh memilih jalannya masing-masing, tapi tetap tujuannya satu.

Dalam kitab-kitab klasik sering terjadi perbedaan pendapat antara ulama satu dan ulama lainnya. dikalangan santri berpendapat, perbedaan atar ulama bukan benyebab perpecahan, justru perbedaan itu menjadi bukti luasnya ilmu Allah. karena setiap masing-masing seseorang mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Pada Pilwali Kota Pasuruan, perbedaan antara Ulama tidak terjadi, apalagi perbedaan antar Ulama dan warga. Semuanya sepakat untuk memberi dukungan kepada BERHASIL untuk tujuan satu "Kota Pasuruan maju". hal ini dapat dibuktikan saat kampanye terbuka Hasani-Yasin yang dihadiri para Ulama dan warga.   

Karena Hasani-Yasin, Ulama NU dan warga Nahdliyin sepakat melalui jalan satu untuk tujuan satu, sehingga pemerintahan, NU dan warga dapat bersinergi bahu membahu membangun Kota Pasuruan, tanpa  terkendala rumitnya perdedaan.

KH. Mas'ud Halim mengatakan " Berbeda saja bisa disatukan, apalagi sudah bersatu. Kota Pasuruan pasti tambah maju".
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com